. >>>

16 Mei 2012

Satu Dekade (lebih) untuk Personal Branding

Saat break dalam sesi pelatihan internal group perusahaan di Deli Room HDTI Medan, saya bersama dengan beberapa teman sedang asik mengobrol. Tiba-tiba fasilitator datang membisikkan kepada kami untuk minta waktu sebentar untuk bertemu dengan seseorang. Dikatakan seseorang ini adalah orang penting yang meminta khusus untuk bertemu dengan kami.

Guyonan lucu nan sedikit jorok dengan teman-teman pun segera terhenti. Setelah melirik satu-sama lain kami memperbaiki posisi duduk masing-masing dan melirik ke arah pintu arah lobby menunggu siapa yang datang.

Beberapa saat kemudian muncul instruktur (Bp. Agus H) bersama dengan seorang berpakaian batik. Saya segera ingat wajahnya. Beliau adalah Bp. RE Nainggolan. Kitapun berdiri berdiri menyalami menyambut kedatangan beliau, selanjutnya kita duduk bersama.

Pembicaraan pun segera mencair penuh keakraban. Seperti tidak ada jarak dan rasa sungkan diantara kita. Ditambah beberapa orang teman sebenarnya sudah pernah berhubungan dengannya beberapa tahun silam. Selalu ada benang biru perkenalan yang menghubungkan baik melalui orang atau tokoh tertentu. Ada juga yang malah sudah berteman dengannya di sosial media Facebook sejak lama. Didukung oleh kesantunan komunikasi Bp. RE ini, secepat itu forum obrolan menjadi seperti ajang nostalgia saja.

Saya pribadi hanya pernah bertemu langsung dengan Pak RE ini 14 tahun silam (Tahun 1998). Kala itu beliau masih menjabat sebagai Sekda kab. Dairi menerima audiensi kami sebagai pengurus Ikatan Mahasiswa Dairi (IMADA-USU) menjelang Natal Desember 1998 di rumah dinasnya Jl. SM Raja depan Mapolres Dairi. Masih teringat waktu itu keterbukaan dan kerendahan hati beliau berbicara dengan kami perwakilan mahasiswa. Tidak seperti pejabat kebanyakan yang sukar untuk ditemui. Beberapa tahun kemudian Pak RE terpilih menjadi Bupati Tapanuli Utara dan setelah habis periode menjadi kepala Bainfokom Sumut. Tidak pernah berita tidak sedap yang saya dengar atau baca di media tentang sosok kepemimpinannya. Beliau adalah figur pejabat dan pemimpin yang bersahaja, merakyat dan bersih (memiliki track record yang baik).

Itulah yang membuat pertemuan kembali hari ini dengan beliau serasa berkesan. Ketika pembicaraan mengarah ke dalam wacana pencalonan beliau menjadi Gubsu di tahun 2013, terlihat teman-teman juga begitu antusias mendukung dan memberi masukan.

Saya pribadi juga berniat mendukung memilih beliau dan akan merekomendasikan ke jaringan teman. Alasan karena kesan baik 14 tahun yang lalu dari beliau masih membekas sampai hari ini. Ketika 14 tahun lalu saya menemui beliau untuk meminta dukungan, maka sekarang ketika dia meminta dukungan akan saya beri. Inilah mungkin prinsip hukum tabur tuai. Dibarengi dengan track record kepemimpinan yang baik, diharapkan-puluhan ribuan orang disana yang pernah mendapat kesan baik pun hanya sekali saja di masa lalu dari beliau akan berpikiran sama -sekarang.

Prinsip seperti inilah seharusnya dibangun oleh setiap mereka yang memiliki visi untuk menjadi pemimpin dimanapun ataupun kepala Daerah manapun. Jadi bukan setahun dua tahun menjelang Pilkada sibuk memajang baliho foto besar disertai jargon kampanye akan perubahan disana sini.

"Campur tangan dari Tuhan dan kesuksesan bagi Bp. RE Nainggolan menjadi Gubernur Sumut di Pilkada 2013", itulah inti doa kami yang dipimpin oleh Bp. Agus mengahiri pertemuan sore itu. [*]simahir.

Ditulis dan diposting oleh saya sebagai salah satu wujud komitmen dan testimoni mendukung beliau. Bantu SEBARKAN dan bagikan kepada sahabat-sahabatku. Trims.






Selengkapnya...

19 Januari 2012

SMS penting!

"Pak Bejo ditarik showroom, Jam 2 kita ketemu di TKP"

Begitu pesan teks sms dari seorang teman, pagi tadi.

Apa sih maksudnya? Setahuku pak Bejo tidak pernah meminjam dimanapun juga di showroom, punya mobil atau motor pun ia tidak.

Aku langsung pencet tombol Direct Call ke nomor teman tersebut.

"Halo?"

"Iya Halo"

"Apa sih maksudmu, pak Bejo kenapa? "

"Hmm, maaf maksudku tadi pagi Pak Bejo telah dipanggil Yang Maha Kuasa, jam 2 kita melayat di rumah duka".

"Oalah..sms mu kog gitu sih.."

"hehehe"

Plukk! Telepon ditutup.[*]
Selengkapnya...

10 Januari 2012

Siapa harus dikorbankan?

Dalam perjalanan mengendarai motor dari kota Medan menuju kantor di Perbaungan, saya harus menembus hujan deras berhubung harus mengejar waktu briefing pagi dengan anak buah.

Dengan mantel hujan seadanya tak mampu melindungi seluruh bagian tubuh dari guyuran air. Kaki dan tangan telah basah dan serasa membeku ditambah terpaan angin pagi yang super dingin.

Hanya bagian kepala dan leher saja yang benar-benar tercover dari air. Tidak ada keyakinan pada awalnya bahwa perjalanan non stop 1 jam sejauh 37km itu akan dapat dicapai. Tapi ahirnya sampai juga di kantor meski badan sudah terasa lelah dan kedinginan. Bisa dibayangkan jika seandainya tadinya saya tidak memiliki mantel dan helm penutup kepala. Alhasil hidung akan langsung terasa mampet dan kepala pening diterjang angin tidak sampai 20 menit berkendara.

Memimpin sebuah organisasi ataupun perusahaan hendaknya juga demikian. Kita dapat analogikan disini hujan seperti masalah yang datang bertubi-tubi. Pemimpin tidak harus terlibat menangani kendala secara langsung, apalagi sampai larut dalam masalah. Sama seperti bagian kepala dan mata yang harus terlindungi dalam perjalanan menembus hujan. Pemimpin harus mampu membatasi diri dan mungkin bila perlu membiarkan kaki tangan anak buah berkorban diri, sehingga pimpinan bisa tetap berpikir jernih mengarahkan team/organisasi kepada tujuannya. Itulah pelajaran yang diperoleh hari ini.[*]
Selengkapnya...

04 November 2011

Fenomena Pencurian Motor

"..saking banyaknya produksi, kemungkinan kunci motor sama lebih tinggi. Teman saya motornya sempat hilang karena ada yang minjam motor salah ambil. Tapi untung balik. Wong salah ambil. Teman saya yang lain sempat ga sengaja salah ngambil helm yang ditaruh di motor orang lain waktu minjam helm. itu bukti kunci motor banyak sama." (sebuah komentar pembaca di detik dot com)

Benarkah demikian? Agaknya apa yang disampaikan pembaca tersebut masuk akal. Maraknya pencurian sepeda motor baru akhir-akhir ini tidak terlepas dari lemahnya sistem keamanan produk kunci kontak. Dimana dari kronologis pencurian terjadi dalam waktu yang sangat singkat, artinya begitu mudahnya pelaku pencurian mengeksekusi kunci kontak.

Sangat logis dengan melimpahnya produksi dan penjualan sepeda motor maka kemungkinan kombinasi anak kunci dan kunci kontak yang sama dapat terjadi. Inilah sebenarnya yang perlu mendapat perhatian khusus bagi produsen motor maupun pihak berwenang. Sudah saatnya dipikirkan standarisasi kunci kontak yang terpasang di setiap motor.

Bagi para konsumen maupun pemilik motor, apabila parkir bukan di tempat yang resmi hendaknya memasang kunci ganda. Dan juga yang lebih penting adalah tetap waspada dengan selalu parkir di tempat yang benar-benar dapat diawasi oleh mata dalam beberapa menit.[*]
Selengkapnya...

Top Comments